Analisis Prerancangan Usaha (Produk : Asbak)



1.1          Produk dan Deskripsi Produk
Tingkat persaingan yang sangat ketat mendorong masing-masing perusahaan untuk berpikir ekstra agar mampu bertahan dari segala permasalahan ekonomi. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk merancang suatu produk yang bertujuan agar perusahaan dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang bagus dan sesuai dengan keinginan para konsumennya. Sehingga hal tersebut dapat menjadikan perusahaan dapat mempertahankan eksistensinya pada bidang industri. Terkadang ditemukan permasalahan yakni kekurangan para sumber daya manusia untuk memahami atau mahir mengenai perancangan atau desain produk yang akan dibuat. Oleh sebab itu, dibutuhkan perancangan teknik industri yang akan membantu dalam pembuatan suatu produk.
            Perancangan teknik industri merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk merancang, mendesign, membuat atau menciptakan suatu hal yang baru terhadap suatu produk agar dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan para konsumen, dimana untuk memenuhi konsumen dibutuhkan metode yang tepat. Memenuhi kebutuhan konseumen tentu saja berhubungan erat dengan design sebuah produk dimana proses desain ini memerlukan bantuan software. Perancangan yang sudah dilakukan akan dilanjutkan ke tahap produksi, dimana peta-peta kerja akan membantu melihat gambaran aliran produksinya secara jelas dan mengetahui mesin serta alat apa saja yang digunakan seperti meja fabrikasi, jigsaw untuk memotong, gerinda, mesin kompresor, dan lain-lain.
Penerapan dari praktikum perancangan teknik industri ini dilakukan pada produk asbak rokok. Asbak rokok dipilih karena produk tersebut dibutuhkan oleh konsumen mengingat tingkat perokok saat ini sangat besar serta penjualan rokok itu sendiri masih memiliki andil yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi di negara yang masih berkembang ini. Fungsi dari asbak rokok itu sendiri adalah sebagai wadah abu rokok dimana banyak sekali puntung rokok dan abu rokok yang dibuang sembarangan sehingga tidak bersih dan tidak sehat bagi orang lain jika terkena abu atau puntung rokok tersebut. Harapan dari praktikum perancangan teknik industri terhadap produk asbak rokok adalah agar perusahaan dapat merancang produk dengan baik dan dapat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen serta mengurangi masyarakat membuat rokok sembarangan.
Konsep produk adalah sebuah gambaran atau perkiraan mengenai teknologi, prinsip kerja dan bentuk produk. Konsep produk merupakan gambaran singkat bagaimana sebuah produk memuaskan kebutuhan pelanggan. Sebuah konsep biasanya diekspresikan sebagai sebuah sketsa atau sebagai model 3 bentuk secara garis besar dan seringkali disertai oleh sebuah uraian gambar. Sebuah konsep yang bagus kadang kala dilaksanakan secara kurang baik pada tahap pengembangan berikutnya, tetapi sebuah konsep yang buruk jarang dimanipulasi untuk mencapai sukses yang menguntungkan. Penyusunan konsep biasa digunakan karena relative lebih murah dan dapat dilaksanakan dengan cepat (Ulrich dan Eppinger, 2001).
Gambar 1. Produk Alternatif 1
Produk ini terbuat dari akrilik dengan alas berlapis karet agar tidak licin serta terdapat lapisan besi pada permukaan bagian atas agar tahan terhadap api.  Asbak ini memiliki tinggi 4 cm dan berat 300 gram sehingga lebih ringan dari produk referensinya. Memiliki tebal 1,5 cm serta terdiri dari berbagai macam warna yaitu merah, magenta, yellow, dan black. Pada sisi-sisi asbak terdapat gambar-gambar tribal yang memberi kesan jantan. Inovasi yang terdapat pada asbak ini adalah memiliki gagang atau pegangan seperti cangkir agar dapat memudahkan untuk dibawa. Asbak ini terdapat celah untuk menaruh rokok sebanyak 6 celah. Asbak ini dapat dijual sebagai souvenir maupun dijual kepada restoran-restoran yang memiliki area merokok.
1.2              Menetapkan Badan Hukum dan Nama Badan Hukum
Untuk dapat bersaing perusahaan harus mampu mengenali dengan baik semua aspek yang dimilikinya baik dilihat dari sisi kekuatan maupun kelemahannya. Hal tersebut dimaksudkan supaya perusahaan dapat mengambil langkah untuk membangun dengan segenap kemampuan yang ada dengan cara melakukan perbaikan yang berkesinambungan yang melibatkan seluruh karyawan. Kunci keberhasilan peningkatan kinerja dalam suatu perusahaan adalah efektivitas dan efisiensi dalam perusahaan. (Rao,1996)
Kedua hal tersebut harus dijalankan pada setiap kegiatan diseluruh departemen yang ada pada perusahaan. Karyawan adalah aset utama dalam setiap organisasi dimana pengetahuan yang dimiliki oleh setiap karyawan yang telah cukup lama melakukan pekerjaan tertentu sangatlah bernilai. Dalam hal ini karyawan harus dapat belajar cepat dan mempunyai kreativitas karena perbaikan dan perubahan organisasi hanya dapat tercapai apabila mereka berubah menjadi lebih baik secara internal (Kaplan dan Norton, 1996).
Di samping itu organisasi harus terdiri dari karyawan yang tujuan pribadinya sesuai dengan visi dan misi organisasi, dan karenanya mereka mempunyai pendekatan positif terhadap perbaikan dan perubahan. Para karyawan harus mau belajar dari kesalahan mereka sendiri, saling berbagi pengetahuan, saling percaya, saling berkomunikasi secara terbuka, mempunyai cara kerja yang cerdas, menyenangkan dan beretika didalam organisasi. Banyak organisasi belum memahami pentingnya aspek-aspek tersebut, sehingga proyek-proyek perbaikan dan pengembangan yang telah dilakukan hasilnya bersifat sementara, dan banyak kesempatan untuk meraih daya saing terlewat begitu saja (Besterfield, 2003).
Perusahaan ingin memproduksi furniture berkualitas tinggi dan inovatif, mampu memiliki daya saing, serta menjadi sebuah inspirasi bagi masyarakat luas. Usaha furniture ini akan memberikan banyak pengaruh terhadap masyarakat sekitar dan produk furniture ini masih memiliki pasar yang menjanjikan.Di tengah banyaknya pesaing dalam dunia usaha khususnya dalam bidang spufenir, kami PT. SKS yang bergerak di bidang Souvenir mencoba tetap eksis dan bertahan untuk berkarya dalam pelayanan. Tenaga kerja yang akan saya rekrut adalah tenaga yang bukan ahli. Hal tersebut saya lakukan karena pekerjaan yang akan mereka terima sangat mudah untuk dilakukan. Sehingga, terbuka peluang kerja untuk masyarakat yang belum memiliki pekerjaan dan berpendidikan rendah. Dengan tujuan yang mulia serta idealisme yang tinggi, kami tetap konsisten dengan komitmen awal pada saat mendirikan Perusahaan, Kami akan mencoba berkarya nyata dan memberikan serta menampung para ahli di berbagai bidang dalam mengerjakan proyek- proyek di lingkungan Pemerintah maupun swasta yang akan diselesaikan dengan baik. Kepuasan Klien adalah tujuan kami menjadi motto dalam pelaksanaan proyek – proyek nantinya.
 Seseorang yang bukan ahli dalam suatu hal, lambat laun akan menjadi seorang ahli karena ketekunan dan kebiasaannya. Jadi, andai suatu saat kami membuka usaha dibidang Souvenir, kami akan merekrut masyarakat disekitar sebagai karyawan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kami akan mencoba mengembangkan kemampuan mereka agar semakin baik untuk ke depannya. Perusahaan memilih badan usaha perseroan terbatas atau biasa disebut dengan PT ialah adanya rasa aman dalam melakukan kegiatan usaha dengan resiko yang ditanggung oleh perusahaan dan bukan dengan harta pribadi para pendiri atau pemegang saham adalah salah satu  alas an utama pengusaha memilih Perseroan Terbatas. Banyak yang menganggap nama terbaik adalah nama yang informatif sehingga pelanggan akan langsung mengenalnya. Yang lain menyebut penamaan merek berupa nama unik dan mudah untuk diingat.
Logo adalah simbol dari suatu organisasi, kelompok dan bisa juga perorangan yang mencerminkan makna atau pesan yang ingin disampaikan dari kelompok atau organisasi tersebut. Logo adalah identitas, Logo yang baik akan mencerminkan kesan yang baik juga terhadap pemiliknya.
 
Gambar 2. Logo Perusahaan
Sinar karya souvenir adalah sebuah nama dari perusahaan yang kami buat. Sinar karya souvenir adalah lambang atau simbol khusus yang mewakili suatu perusahaan atau organisasi. Sebuah logo bisa berupa nama, lambang atau elemen grafis lain yang ditampilkan secara visual. Sebuah logo diciptakan sebagai identitas agar unik dan mudah dibedakan dengan perusahaan kompetitor/pesaing. SKS adalah identitas perusahaan yang menjadi simbol atau pengenal bagi konsumen yang berartikan Sinar Karya Souvenir. Perusahaan kami memiliki beberapa arti yaitu, kuning melambangkan makna bersinar, atau perusahaan selalu berkomitmen, inovasi serta selelu mempertahankan eksistensi. Merah berarti melambangkan perusahaan berani melakukan langkah untu mampu memiliki daya saing yang tinggi di pasar usaha.
1.3              Visi dan Misi Badan Hukum
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan - tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi dari perusahaan ini adalah menghasilkan produk berkualitas tinggi serta Peduli terhadap Lingkungan dengan menggunakan Energi dan Sumber Daya Alam sehemat mungkin. Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Misi Sinar Karya Souvenir adalah
a. Memuaskan seluruh Pelanggan
b. Membuat produk yang Berkualitas Tinggi
c. Melestarikan Bumi dan Melindungi Sumber Daya Alam
d. Mencegah Insiden kerja dan Penyakit Akibat Kerja
e. Mematuhi Peraturan Perusahaan dan Pemerintah
1.4              Struktur Organisasi
Perusahaan memiliki struktur organisasi demi terciptanya kelangsungan hidup perusahaan untuk mencapai visi dan misi serta tujuan perusahaan yang telah di tentukan sebelumnya. Struktur organisasi perusahaan ini berisikan karyawan perusahaan yang sudah di tugaskan sesuai dengan kemampuan masing – masing karyawan, sehingga diharapkan perusahaan dapat mendapatkan keuntungan dari produksi souvenir yang ada serta mensejahterakan karyawan tersebut tentunya. Berikut ini adalah struktur organisasi perusahaan :
Gambar 3. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur ini adalah struktur organisasi PT SINAR KARYA SOUVENIR. Terdiri dari direktur Menetapkan Prosedur kegiatan perusahaan ditiap-tiap manajer untuk mencapai sasaran yang ditetapkan perusahaan.
1.      Menetapkan tujuan dari tiap-tiap manajer yang ada.
2.      Mengawasi dan mengkoordinir kegiatan-kegiatan dari manajer secara periodik dan pertanggungjawabannya.
3.      Mengadakan pengangkatan, mutasi dan pemberhentian karyawan beserta gajinya.
4.      Menetapkan kebijakan operasional perusahaan untuk jangka pendek.
5.      Sebagai pimpinan dari perusahaan.
Direktur bertanggung jawab atas kerugian PT yang disebabkan direktur tidak menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Atas kerugian PT, direktur akan dimintakan pertanggungjawabannya secara perdata.
Selanjutnya sekretaris Tugas sekretaris dalam arti sempit adalah sebagai orang yang dipercaya oleh pimpinan untuk menyimpan rahasia. Sedangkan tugas sekretaris dalam arti luas adalah pelaksanaan tugas-tugas yang bersifat membantu manajer atau pimpinan untuk menjalankan roda organisasi, lembaga, maupun kantor. Secara umum tugas-tugas sekretaris adalah meliputi hal-hal sebagai berikut
1.      Menerima dikte dari pimpinan.
2.      Melaksanakan korespondensi (menerima dan mengirim surat, termasuk telepon dan telegram bagi sekretaris pribadi).
3.      Menyimpan arsip-arsip yang dinilai penting.
4.      Menerima tamu-tamu pimpinan.
5.      Membuat jadwal pertemuan dan perjanjian dengan teman relasi maupun kegiatan lainnya.
6.      Menyiapkan bahan-bahan keterangan kepada pimpinan sesuai dengan kebutuhan pimpinan dalam rapat maupun kegiatan lainnya.
7.      Bertindak sebagai perantara antara pimpinan dan bawahan.
8.      Mengatur rapat-rapat dan seminar pimpinan dengan bawahan maupun pihak eksternal perusahaan.
9.      Menemani pimpinan dalam pertemuan penting.
10.  Menyusun pidato-pidato untuk pimpinan.
Dilanjutkan oleh masing – masing manajer dalam setiap seksi yang ada dalam perusahaan. Seksi tersebut terdiri dari keuangan, Manager keuangan dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Direktur.
1.      Mengawasi Operasional mengenai keuangan perusahaan.
2.      Melakukan pengecekan lapangan mengenai bagian keuangan
3.      Meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian yang ada dibawahnya
4.      Mempertanggungjawabkan kegiatan yang ada mengenai bagian keuangan
5.      Menetapkan prosedur pelaksanaan secara rinci tentang keuangan
6.      Menetapkan standar pekerjaan lapangan untuk menjamin tidak adanya kebocoran dalam bagian keuangan.
Manager produksi dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Direktur.
1.       Bersama-sama dengan bagian lain untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai persoalan produksi
2.       Mengarahkan setiap bagian yang di tunjuk oleh direktur perusahaan.
3.       Bersama-sama dengan supervisor menangani masalah pabrik.
Manager pemasaran dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Direktur.
1.      Menetapkan prosedur operasional Informasi yang lebih efisien
2.      Melaporkan hasil kerja kepada direktur secara berkala.
3.      Bertanggungjawab penuh tentang fungsi dan tugas sebagai kepala bagian pemasaran secara berkala kepada direktur.
Manager HRD dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Direktur.
Pengorganisasian, perencanaan program & pengendalian Unit Personalia
1.      Flow Process Administrasi seluruh kegiatan Personalia
2.      Proses & Prosedur Rekrutmen : searching, interview, test and selection.
3.      Remuneration Management : Struktur dan Skala Gaji, Basic Salary, Allowance, Incentive & Overtime.
4.      System Penilaian Kinerja Karyawan
5.      Seluruh Perizinan Ketenaga Kerjaan
6.      Promosi, Mutasi & Demosi serta PHK
7.      Handling karyawan Tetap, Kontrak & Harian serta PKL
8.      Perjalanan Dinas dalam/luar negeri serta fasilitasnya
9.      Training & Evaluasi
10.  Medical, Hospital, Asuransi & Dana Pensiun karyawan
11.  Benefit & Fasilitas Lainnya
12.  System Penyediaan Data Karyawan, Surat-surat serta Form Administrasi kegiatan personalia
13.  Buat dan pastikan System Dokumentasinya yang Efektif
14.  Buat System pelaporan Seluruh Kegiatan Personalia.  
Manager R N D dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Direktur. Fungsi dari divisi ini adalah melakukan penelitian serta mengembangkannya. Penelitian yang dilakukan menyangkut semua kebutuhan perusahaan, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Seperti melakukan penelitian mengenai produk apa yang pada saat ini dibutuhkan oleh masyarakat, atau juga melakukan penelitian mengenai persepsi masyarakat atas produk yang dihasilkan perusahaan. Hasil dari penelitian tersebut akan digunakan untuk menciptakan sebuah sistem baru yang lebih baik bagi proses yang ada di perusahaan.
Manager Quality dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Direktur. Di perusahaan manufaktur divisi ini bertugas untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan perusahaan sebelum dipasarkan ke tengah masyarakat. Produk yang tidak sesuai standar, akan dipisahkan untuk kemudian dikelompokkan ke dalam golongan produk gagal. Masing – masing manajer mimiliki seorang staff sebagai pembantu dalam melaksanakan tugasnya.
1.5              Perencanaan SDM
Kapasitas produksi 1000 pcs / Bulan Perusahaan mengestimasi tenaga kerja langsung dan tidak langsung yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi. Tenaga Kerja Langsung Perkantoran adalah tenaga kerja yang langsung mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan terutama dalam perencanaan produksi untuk pembuatan produk.


Tabel 1.1 Pengeluaran Bulanan Tenaga Kerja  Perkantoran
Jabatan
Jumlah personil
UMR
Gaji/Bulan
Total Gaji/Bulan


Direktur
1
1,1 juta
3 juta
3 juta

Manajer
6
1,1 juta
2 juta
12 juta

Staff
5
1,1 juta
1 juta
5 juta

Operator
200
1,1 juta
1 juta
200 juta

Total
220 juta


Tenaga Kerja Tidak Langsung Non Perkantoran adalah tenaga kerja yang bekerja tidak berhubungan dengan bagian produksi dan bagian perkantoran. Tenaga kerja ini biasanya melakukan tugasnya yaitu dengan mengurusi segala fasilitas yang ada, dapat dikatakan sebagai penunjang tambahan bagi aktifitas perusahaan.
Tabel 1.2 Pengeluaran Bulanan Tenaga Kerja Non Perkantoran
Jabatan
Jumlah personil
UMR
Gaji/Bulan
Total Gaji/Bulan


Sekuriti
2
1,1 juta
0,8 juta
1.6 juta

Supir
2
1,1 juta
1,0 juta
2.0 juta

Cleaning S
3
1,1 juta
0,8 juta
2.4 juta

Resepsionis
1
1,1 juta
0,8 juta
0,8 juta

Total
6,8 juta


0 Response to "Analisis Prerancangan Usaha (Produk : Asbak)"

Poskan Komentar